LAPORAN HASIL PENGAMATAN
KINERJA ENZIM KATALASE
I.
HARI / TANGGAL PENGAMATAN
Hari /
Tanggal : Kamis, 28 Agustus 2014
Waktu : 10.45 – 12.15
Tempat : Laboratorium Biologi
SMAN 05 Mataram
II.
TUJUAN
1.
Mengetahui
dan memahami kerja Enzim Katalase di dalam organ hati
2.
Mengamati
faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim.
III.
MASALAH
1. Apakah
faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim?
2. Apakah
pengaruh enzim katalase pada H2O2 , HCl, dan KOH ?
3. Adakah
pengaruh enzim katalase sebagai biokatalisator ?
IV.
ALAT DAN BAHAN
1.
Tabung reaksi dan rak tabung reaksi 9. Korek api
2.
Pipet tetes 10. Lampu spirtus
3.
Gelas Kimia 11.
Hati ayam segar
4.
Mortal / Penumbuk 12.
Larutan H2O2
5.
Lidi 13.
Larutan HCl Pekat
6.
Tisue 14.
Larutan KOH
7.
Sumbat Karet 15.
Aquades
8.
Pena Karet
V.
PROSEDUR KERJA
1.
Menyiapkan
alat dan bahan yang diperlukan.
2.
Membuat
ekstrak hati segar dengan cara hati tersebut diblender/ditumbuk menggunakan
mortal.
3.
Menyiapkan
3 buah tabung reaksi dan masing-masing diberi tanda A, B, C.
4.
Memasukkan
ekstrak hati tersebut kedalam masing-masing tabung reaksi kira-kira setinggi
1-2 cm.
5.
Menandai
batas ketinggian ekstrak hati tersebut dengan pena marker di dinding luar
tabung reaksi.
6.
Pada
tabung A tambahkan 5tetes H2O2 dan segera ditutup
menggunakan sumbat karet. Mengamati perubahan yang terjadi dan mencatat pada
tabel hasil pengamatan. Setelah lebih kurang 5 menit bukalah sumbat karetnya
dan segera masukkan bara api. Mengamati apa yang terjadi dan mengapa demikian,
jelaskan!
7.
Melakukan
pengamatan yang sama pada tabung B dan C satu persatu dimana terlebih dahulu
pada tabung B, menambahkan 5 tetes 5 HCl, aduk dan menambahkan H2O2
(5 tetes). Sedangkan pada tabung C terlebih dahulu menambahkan larutan
KOH (5 tetes ) aduk, dan menambahkan H2O2 (5 tetes),
dan mencatat hasil pengamatan pada tabel
yang tersedia.
8.
Membuat
kesimpulan tentang pengamatan yang dilakukan.
VI.
HASIL PENGAMATAN
No.
|
Tabung
Reaksi
|
Keadaan
Gelembung
|
Keadaan
Bara Api
|
1.
|
A ( ekstrak hati + H2O2 )
|
++++
|
++++
|
2.
|
B ( ekstrak hati + HCl + H2O2 )
|
++
|
++
|
3.
|
C (ekstrak hati + KOH + H2O2 )
|
++++
|
++++
|
Keterangan :
-
: apabila tidak ada +++ : apabila banyak/terang
+ : apabila sedikit/kurang terang ++++ : apabila banyak sekali/terang sekali
++ : apabila sedang/cukup terang
++ : apabila sedang/cukup terang
VII.
ANALISA HASIL PENGAMATAN
1.
Pada
tabung reaksi A, yaitu campuran ekstrak hati dan H2O2
keadaan gelembung banyak. Hal ini disebabkan karena hati ayam yang diujikan
masih segar dan terdapat banyak senyawa peroksisom sehingga banyak menghasilkan
enzim katalase. Senyawa peroksisom ini akan terurai menjadi hidrogen (H2O)
dan oksigen (O2) sehingga gelembung banyak. Enzim katalase mampu
bekerja optimal pada ph netral (ph=7) karena enzim katalase berfungsi untuk
membersihkan atau menetralkan racun yang terdapat pada hati. Bara api pada
tabung reaksi A sangat terang karena peroksisom terurai menjadi hidrogen dan
oksigen. Karena adanya oksigen pada ekstrak hati tersebut sehingga bara api
menyala terang.
2.
Pada
tabung reaksi B, yaitu campuran ekstrak hati, H2O2, dan
HCl keadaan gelembung sedang atau tidak terlalu banyak. Hal tersebut terjadi
karena tidak terurainya senyawa peroksisom menjadi hidrogen dan oksigen karena
sudah tercampur dengan HCl yang merupakan asam kuat sehingga enzim katalase
tidak bekerja secara optimal. Enzim katalase tidak bekerja optimal pada asam
sehingga menghasilkan gelembung yang sedikit. Bara api pada tabung reaksi B
tidak terlalu terang karena senyawa peroksisom sdah tercampur dengan HCl
sehingga menjadi senyawa asam dan oksigen di dalam ekstrak hati pada tabung
reaksi B sangat sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar